Category Archives: Puisi

Maaf Itu..

“..membuka pintu maaf yang setulus-tulusnya pada orang yang menyakitimu. Jika kamu masih merasa sakit hati padahal dia sudah minta maaf maka itu berarti kamu belum benar-benar memaafkannya. Salah satu ciri kita telah tulus memaafkan orang lain adalah jika kita tidak lagi terbelenggu oleh rasa sakit hati kita karena perbuatan orang lain itu. Memberi maaf itu [...]

Pergi

hitam itu kelam tak terlihat ada kehidupan sunyi itu diam tak terdengar nafasmu detak nadi ini tak terasa saatku memilih diam jantung ini terhenti saat kau tak membuka mata akankan ini hidup ini terhenti juga saatku tau kau telah pergi Faradhita N via ibach77

What You See is not always what You GET

Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, DIA beri aku kaktus berduri. Aku minta pada Allah hewan mungil nan cantik, DIA beri aku ulat berbulu. Aku sempat sedih, kecewa & protes, betapa tidak adilnya ini ! Namun kemudian.. kaktus itu berbunga sangat indah sekali, ulatpun tumbuh & berubah menjadi kupu kupu yang teramat cantik.. Itulah [...]

Indah Pada Waktunya

Aku minta pada Allah setangkai bunga segar. Ia beri aku kaktus berduri, Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik Ia beri aku ulat berbulu, Aku sempat sedih, protes dan kecewa Betapa tidak adilnya ini…. Namun, kemudian kaktus itu berbunga… sangat indah Ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi lupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, [...]

Kupetik Wanita

Kan kupetik 1000 wanita dengan sebait sair joko sridadi

Mudah Dimengerti

Jika saja kamu sesimpel 1 + 1 = 2 maka aku tidak perlu susah-susah mencari kalkulator atau menemukan formula untuk membuat kamu lebih gampang untuk dimengerti Raditya Dika

Puisi di 12 September 2008

Beriringan bunga rerumputan beterbangan_ Bagai malikat yang turun ke bumi dengan membawa sejuta makna_ Bagai mimpi-mimpi syahdu syair kehidupan_ Burung-burungpun mengalir dalam tarian bunga rerumputan dengan membawa secercah harapan Zacky (nadv_s[at]yahoo.co.id)

Cinta Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono